Peraturan Pemerintah No. 28 / 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan

BAB II

KEAMANAN PANGAN

Bagian Pertama

Sanitasi

Pasal 2

(1)    Setiap orang yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan pada rantai pangan yang meliputi proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan peredaran pangan wajib memenuhi persyaratan sanitasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2)    Persyaratan sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang kesehatan yang meliputi antara lain :

a.    Sarana dan/atau prasarana;

b.    Penyelenggaraan kegiatan; dan

c.    Orang perseorangan.

Pasal 3

Pemenuhan persyaratan sanitasi di seluruh kegiatan rantai pangan dilakukan dengan cara menerapkan pedoman cara yang baik yang meliputi :

a.     Cara Budidaya yang Baik;

b.     Cara Produksi Pangan Segar yang Baik;

c.      Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik;

d.     Cara Distribusi Pangan yang Baik;

e.     Cara Ritel Pangan yang Baik dan

f.      Cara Produksi Pangan Siap Saji yang Baik.

Pasal 4

(1)    Pedoman Cara Budidaya yang Baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a adalah cara budidaya yang memperhatikan aspek keamanan pangan, antara lain dengan cara :

a.    mencegah penggunaan lahan dimana lingkungannya mempunyai potensi mengancam keamanan pangan;

b.    mengendalikan cemaran biologis, hama dan penyakit hewan dan tanaman yang mengancam keamanan pangan; dan

c.    menekan seminimal mungkin, residu kimia yang terdapat  dalam bahan pangan sebagai akibat dari penggunaan pupuk, obat pengendali hama dan penyakit, bahan pemacu pertumbuhan dan obat hewan yang tidak tepat guna.

(2)    Pedoman Cara Budidaya yang Baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pertanian, perikanan atau kehutanan sesuai dengan bidang tugas dan kewenangan masing-masing.

Pasal 5

(1)    Pedoman Cara Produksi Pangan Segar yang Baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf b adalah cara penanganan yang memperhatikan aspek-aspek keamanan pangan, antara lain dengan cara :

a.    mencegah tercemarnya pangan segar oleh cemaran biologis, kimia dan benda lain yang mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan dari udara, tanah, air, pakan, pupuk, pestisida, obat hewan atau bahan lain yang digunakan dalam produksi pangan segar ; atau.

b.    mengendalikan kesehatan hewan dan tanaman agar tidak mengancam keamanan pangan atau tidak berpengaruh negatif terhadap pangan segar.

(2)    Pedoman Cara Produksi Pangan Segar yang Baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pertanian atau perikanan sesuai dengan bidang tugas dan kewenangan masing-masing.

Pasal 6

(1)    Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c adalah cara produksi yang memperhatikan aspek keamanan pangan, antara lain dengan cara :

a.    mencegah tercemarnya pangan olahan oleh cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan;

b.    mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik patogen, serta mengurangi jumlah jasad renik lainnya ; dan

c.    mengendalikan proses, antara lain pemilihan bahan baku, penggunaan bahan tambahan pangan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan.

(2)    Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang perindustrian atau perikanan sesuai dengan bidang tugas dan kewenangan masing-masing.

(3)    Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk pangan olahan tertentu ditetapkan oleh Kepala Badan.

Pasal 7

(1)    Pedoman Cara Distribusi Pangan yang Baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d adalah cara distribusi yang memperhatikan aspek keamanan pangan, antara lain dengan cara :

 

a.    melakukan cara bongkar muat pangan yang tidak menyebabkan kerusakan pada pangan ;

b.    mengendalikan kondisi lingkungan, distribusi dan penyimpanan pangan khususnya yang berkaitan dengan suhu, kelembaban, dan tekanan udara ; dan

c.    mengendalikan sistem pencatatan yang menjamin penelusuran kembali pangan yang didistribusikan.

(2)    Pedoman Cara Distribusi Pangan yang Baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang perindustrian, pertanian atau perikanan sesuai dengan bidang tugas dan kewenangan masing-masing.

Pasal 8

(1)    Pedoman Cara Ritel Pangan yang Baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf e adalah cara ritel yang memperhatikan aspek keamanan pangan, antara lain dengan cara :

a.    mengatur cara penempatan pangan dalam lemari gerai dan rak penyimpanan agar tidak terjadi pencemaran silang;

b.    mengendalikan stok penerimaan dan penjualan ;

c.    mengatur rotasi stok pangan sesuai dengan masa kadaluawarsanya ; dan

d.    mengendalikan kondisi lingkungan penyimpanan pangan khususnya yang berkaitan dengan suhu, kelembaban, dan tekanan udara.

(2)    Pedoman Cara Ritel Pangan yang Baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala Badan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 9

(1)    Pedoman Cara Produksi Pangan Siap Saji yang Baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf f adalah cara produksi yang memperhatikan aspek keamanan pangan, antara lain dengan cara :

a.    mencegah tercemarnya pangan siap saji oleh cemaran biologis, kimia dan benda lain yang menganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan ;

b.    mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik patogen, serta mengurangi jumlah jasad renik lainnya; dan

c.    mengendalikan proses antara lain pemilihan bahan baku, penggunaan bahan tambahan pangan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan dan pengangkutan serta cara penyajian.

2.     Pedoman Cara Produksi Pangan Siap Saji yang Baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang kesehatan.

Pasal 10

Menteri yang bertanggung jawab di bidang pertanian, perikanan, kehutanan, perindustrian, kesehatan atau Kepala Badan sesuai dengan bidang tugas dan kewenangan masing-masing dapat menetapkan pedoman cara yang baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 untuk diterapkan secara wajib.

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Species : Curcuma xanthorrhiza ROXB

images

Nama Daerah (MMI)
Sumatra : Temu lawak
(Melayu): Jawa : Koneng gede
(Sunda) : Temulawak
(Jawa) : Temo labak ( Madura )
Indonesia : TemulawakSpecies lain dari kerabat dekat temu lawak adalah tanaman temu ireng (C. aeruginosa ROXB), temu putih (C. zeodaria ROSC.), dan temu kunyit (C. domestica VAL.). Temulawak mempunyai beberapa nama daerah, di antaranya adalah koneng gede (Sunda), temo lobak (Madura), dan Temu lawak (Indonesia).

Ekologi dan Penyebaran
Tumbuh di seluruh pulau Jawa, tumbuh liar di bawah naungan di hutan jati, di tanah yang kering dan di padang alang – alang , ditanam atau tumbuh liar di tegalan; tumbuh pada ketinggian tempat 5 m sampai 1500 m di atas permukaan laut.

Morfologi Tanaman
Batang


Batang temu lawak termasuk tanaman tahunan yang tumbuh merumpun. Tanaman ini berbatang semu dan habitusnya dapat mencapai ketinggian 2 – 2,5 meter. Tiap rumpun tanaman terdiri atas beberapa tanaman (anakan), dan tiap tanaman memiliki 2 – 9 helai daun.

Daun
Daun tanaman temulawak bentuknya panjang dan agak lebar. Lamina daun dan seluruh ibu tulang daun bergaris hitam. Panjang daun sekitar 50 – 55 cm, lebarnya + 18 cm, dan tiap helai daun melekat pada tangkai daun yang posisinya saling menutupi secara teratur. Daun berbentuk lanset memanjang berwana hijau tua dengan garis – garis coklat. Habitus tanaman dapat mencapai lebar 30 – 90 cm, dengan jumlah anakan perumpun antara 3 – 9 anak.

Bunga
Bunga tanaman temu lawak dapat berbunga terus-menerus sepanjang tahun secara bergantian yang keluar dari rimpangnya (tipe erantha), atau dari samping batang semunya setelah tanaman cukup dewasa. Warna bunga umumnya kuning dengan kelopak bunga kuning tua, serta pangkal bunganya berwarna ungu. Panjang tangkai bunga + 3 cm dan rangkaian bunga (inflorescentia) mencapai 1,5 cm. Dalam satu ketiak terdapat 3-4 bunga.

Rimpang
Rimpang induk temu lawak bentuknya bulat seperti telur, dan berukuran besar, sedangkan rimpang cabang terdapat pada bagian samping yang bentuknya memanjang. Tiap tanaman memiliki rimpang cabang antara 3 – 4 buah. Warna rimpang cabang umumnya lebih muda dari pada rimpang induk.
Warna kulit rimpang sewaktu masih muda maupun tua adalah kuning-kotor. Atau coklat kemerahan. Warna daging rimpang adalah kuning atau oranye tua, dengan cita rasanya amat pahit, atau coklat kemerahan berbau tajam, serta keharumannya sedang. Rimpang terbentuk dalam tanah pada kedalaman + 16 cm. Tiap rumpun tanaman temu lawak umumnya memiliki enam buah rimpang tua dan lima buah rimpang muda.
Akar
Sistem perakaran tanaman temu lawak termasuk akar serabut. Akar-akarnya melekat dan keluar dari rimpang induk. Panjang akar sekitar 25 cm dan letaknya tidak beraturan.

Kandungan Tanaman
Rimpang temulawak mengandung kurkuminoid , mineral minyak atsiri serta minyak lemak. Tepung merupakan kandungan utama, jumlahnya bervariasi antara 48 – 54 % tergantung dari ketinggian tempat tumbuhnya, makin tinggi tempat tumbuhnya makin rendah kadar tepungnya. Selain tepung , temulawak juga mengandung zat gizi antara lain karbohidrat, protein dan lemak serta serat kasar mineral seperti kalium ( K ), natrium ( Na), magnesium (Mg ), zat besi (Fe), mangan (Mn ) dan Kadmium ( Cd). Komponen utama kandungan zat yang terdapat dalam rimpang temulawak adalah zat kuning yang disebut ” kurkumin” dan juga protein ,pati, serta zat – zat minyak atsiri.Minyak atsiri temulawak mengandung phelandren, kamfer, borneol, xanthorrizol, tumerol dan sineal. Kandungan kurkumin berkisar antara 1,6% – 2,22% dihitung berdasarkan berat kering. Berkat kandungan dan zat – zat minyak atsiri tadi, diduga penyebab berkhasiatnya temulawak.

Kandungan Zat Aktif Temulawak
Kurkumin, kurkuminoid, P-toluilmetilkarbinol, seskuiterpen d-kamper, mineral, minyak atsiri serta minyak lemak, karbohidrat, protein, mineral seperti Kalium (K), Natrium (Na), Magnesium (Mg), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Kadmium (Cd).

Mekanisme Kerja Kurkuminoid

  1. Kurkumin yang dapat menurunkan SGOT dan SGPT sampai tingkat normal.
  2. Kurkuminoid dalam temulawak dapat meningkatkan sekresi cairan empedu yang berguna untuk mengemulsikan lemak serta dapat menurunkan kadar lemak dalam darah dan hepatoprotektor.
  3. P-toluilmetilkarbinol dan seskuiterpen d-kamper untuk meningkatkan produksi dan sekresi empedu serta turmeron sebagai antimikroba.
  4. Minyak atsiri berefek merangsang produksi empedu dan sekresi pankreas serta mempunyai kemampuan sebagai bakterisid maupun kemampuan melarutkan kolesterol. Pada dosis tinggi, minyak atsiri dapat menurunkan kadar enzim glutamate Oksaloasetat transaminase dalam serum (SGOT) dan enzim glutamate Piruvat transaminase dalam serum (SGPT)

    Dosis Temulawak Sebagai Bahan Aktif Suatu Obat

    1. Sumiati Yuningsih, Jurusan Farmasi FMIPA UNPAD, 1991. Infus rimpang temulawak 10% b/v dengan dosis 6,8 dan 10 ml/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang terinfeksi virus hepatitis B.
    2. Abdul Naser, Jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1987. Ekstrak temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah dalam keadaan hiperlipidemia, tetapi tidak berpengaruh pada HDL kolesterol.
    3. Robert Edward Aritonang, Jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1988. Pemberian kurkuminoid temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total. Product.
    4. Edhie Santosa Rahmat, SW Setianingrum, Fakultas Kedokteran UNDIP, 2006. Asupan oral ekstrak kasar temulawak dengan dosis 50 mg per hari selama 35 hari dapat meningkatkan nafsu makan pada penderita anoreksia primer kelompok dewasa muda.
    5. Boesro Soebagio, Sri Soeryati, Fauziah K, Jurusan Farmasi FMIPA UNPAD, 2006. Ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dengan konsentrasi antara 1,9 – 7,6% b/v dalam sediaan krim dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.

    Berlico Mulia Farma PT

    Jln. Juwangen Kalasan Km. 10.6

    Tromol Pos No.8

    Yogyakarta 55571

    DI Yogyakarta

    Telp : 0274-496 446

    Fax : 0274-496 396

    PEMOTONGAN DNA DENGAN ENZIM ENDONUKLEASE

    images39

    TUJUAN

    Dapat mengetahui dan mempraktekan cara memotong DNA dengan enzim endonuklease.

    Pada tahun 1960, Werner Arber & Hamilton Smith menemukan enzim dari mikroba yang dapat memotong DNA utas ganda. Enzim tersebut sekarang dikenal dengan enzim restriksi atau endonuklease restriksi. Enzim tersebut mengenal dan memotong DNA pada sekuen spesifik yang panjang 4 sampai dengan 6 pasang basa. Enzim tersebut dikenal dengan enzim restriksi atau enzim endonuklease restriksi.

    Secara alami, bakteri menghasilkan enzim restriksi untuk menghancurkan DNA fage yang menginfeksinya (yang masuk ke dalam sel bakteri) Sampai saat ini sudah banyak jenis enzim restriksi yang telah ditemukan dan diisolasi dari berbagai spesies bakteri. Nama setiap enzim restriksi diawali dengan tiga huruf yang menyatakan nama bakteri yang menghasilkan enzim tersebut.
    Setiap enzim restriksi mengenal sekuens dan situs pemotongan yang khas. Enzim restriksi memotong DNA bukan pada sembarang tempat, tetapi memotong DNA pada bagian tertentu. Bagian pada DNA yang dikenai aksi pemotongan oleh enzim restriksi ini dinamakan sekuens pengenal. Suatu sekuens pengenal adalah urutan nukleotida (urutan basa) tertentu yang dikenal oleh enzim restriksi sebagai tempat atau bagian yang akan dipotongnya. Enzim retriksi (Endonuklease) adalah enzim yang berasal dari bakteri, yang dapat memotong rantai DNA (double stranded) atau RNA. Dalam bakteri enzim ini berfungsi sebagai perlindungan diri dengan cara memotong DNA pada sisi pemotongan tertentu.
    Salah satu contoh enzim retriksi adalah Enzim EcoRI yang telah diisolasi pertama kali oleh Herbert Boyer pada tahun 1969 dari bakteri Escherichia coli. Enzim Ecor! Memotong DNA pada bagian yang urutan basanya adalah GAATTC ( sekuens pengenal bagi EcoRI adalah GAATTC ). Didalam sekuens pengenal tersebut, Enzim EcoRI memotongnya tidak pada sembarang situs tetapi hanya memotong pada bagian atau situs anara G dan A.

    Pada DNA utas ganda, sekuens GAATTC ini akan berpasangan dengan sekuens yang sama tetapi berlawanan arah. Enzim EcoRI ini memotong setiap utas dari utas ganda tersebut pada bagian anatara G dan A. Sebagai akibatnya, potongan-potongan atau fragmen-fragmen DNA utas ganda yang dihasilkan akan memliki ujung berutas tunggal. Ujung seperti ini yang dikenal dengan istilah sticky ends atau cohesive ends.

    Berikut adalah contoh organisme-organisme penghasil Enzim retriksi
    NAMA ENZIM SEKUENS PENGENAL ORGANISME ASAL

    EcoRI G AATTC Escherichia coli
    HindIII A AGCTT Haemophilus influenzae
    HhaI GCG C Haemophilus haemolyticus
    TaqI T CGA Thermus aquaticus
    BsuRI GG CC Bacillus subtilis
    BalI TGG CCA Brevibacterium albidum
    NotI GC GGCCGC Nocardia otidis-caviarum
    BamHI G GATCC Bacillus amylolyquefaciens
    SmaI CCC GGG Serratia marcescens

    Berdasarkan cara pemotongannya Enzim retriksi digolongkan menjadi dua :

    a. Endonuklease, memtotong nukleotida dari arah dalam
    b. Eksonuklease memotong nukleotida hanya pada ujung atau dari arah luar

    Endonuklease dapat mengenal urutan atau sekuen nukleotida pendek, antara 4-8 nuklotida, yang sering dikenal dengan restrictionsite atau sisi pemotongan, atau situs pemotongan yang spesifik dan berbeda-beda.

    Secara umum berdasarkan hasil pemotongan DNA double strain denagn enzim endonuklease memilik dua bentuk yaitu hasil pemotongan sticky end (ujung runcing dan blund end (ujung tumpul seperti pada skema dibawah ini.

    Kemampuan memotong DNA pada sisi spesifik menjadi tonggak penting dalam pengembangan metode manipulasi DNA sekarang ini. Endonuklease restriksi merupakan enzim bakteri yang memotong DNA dupleks pada urutan target spesifik. Enzim ini dapat diperoleh secara komersial dari perusahaan-perusahaan produk bioteknologi. Penamaan enzim restriksi didasarkan pada sistem sederhana yang diusulkan oleh Smith and Nathans. Nama enzim (seperti BamHI, EcoRI) menunjukkan bahwa asal enzim, tetapi tidak menunjukkan informasi spesifisitas pemotongan. Sisi pengenalan enzim restriksi pada umumnya adalah urutan palindromik dengan panjang 4, 5, atau 6 pasang basa (pb) seperti AGCT (untuk AluI), GAATTC (untuk EcoRI), dan lain sebagainya.

    Masing-masing enzim restriksi memotong urutan palindrom pada sisi spesifik, dan dua enzim berbeda dapat mempunya urutan pengenalan yang sama, tetapi memotong DNA pada titik berbeda di dalam urutan basa tersebut. Ujung DNA hasil pemotongan enzim restriksi dapat dikelompokkan menjadi tiga ketergori: (1) ujung tumpul, (2) ujung lengkaet 5’ dan (3) ujung lengket 3’.

    Agarose gel elektroforesis atau southern analisis digunakan untuk memisahkan fragmen DNA berdasarkan berat molekulnya. Metode ini ditemukan oleh Ed sourthern pada tahun 1975. Metode ini digunakan untuuk mengidentifikasi fragmen DNA yang secara menyeluruh untuk mengetahui DNA sekuen. Sourthern hibridisasi juga disebut sourthern blotting digunakan untuk mengetahui perbandinagn antara genome dari suatu particular organisme dan dengan gen penanda atau gen fragmen (probe). Ini dapat menjelaskan apakah suatu organisme berisi pertikel gen dan mengandung informasi tentang pengorganisasian dan restriction map dari suatu gen.

    Langkah-langkah dalam analisis sourthern gen DNA pada organisme dipotong dengan enzim retriksi (endonuklease) menjadi fragmen-framen DNA lalu fragmen DNA tersebut dimasukkan pada gel agarose lalu dilakukan elektroforesis dengan mengalirkan arus listrik dari kutub negative ke positif kemudian hasil pemisahan DNA tersebut didenaturasi dalam suatu alkali dan ditransferkan pada membran nitroselulosa. Pada membrane fragmen DNA telah menjadi single stranded lalu dimasukkan kedalam larutan yang mengandungDNA probe, proses ini disebut DNA hibridisasi dengan kata lain DNA target danDNA probe membentuk suatu ” hybdrid” karena keduanya saling melengkapi sekuen dan juga dapat membentuk ikatan satu sama lain. DNA probe biasanya mengandung pelabelan radioaktif dengan γ- [32P] dan polynucleotide kinase sering dengan pemindahan 5′ phosphate dari probe dengan menggunakan alkaline phosphatase. Setalah itu membrane dicuci untuk menghilangkan ikatan probe yang non spesifik, kemudian dengan memajangkannya pada film sinar X akan terbentuk warna hitam apabila positif terbentuk ikatan antara DNA dan probe. Prose ini disebut autoradiography.
    Hal ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi ukuran DNA dan sejumlah fragmen gen kromosom dengan kekuatan yang sama dengan fragmen gen yang digunakan oleh probe.

    ALAT DAN BAHAN

    1. Mikropipet
    2. Inkubator
    3. Tabung Mikrosentrifuge
    4. Chamber Elektroforesis
    5. UV Transiluminator
    6. DNA plasmid hasil isolasi
    7. Enzim EcoR1
    8. Air deionizedsteril
    9. Buffer (high Salt)
    10. Agarose Loading Buffer TBE 1x (Tris-borate-EDTA)
    11. Ethidium Bromide (hati-hati dapat bersifat karsinogenik)
    12. Marker DNA

    CARA KERJA

    1. Tambahkan aquades deionized steril sampai volume mencapai 20µl (7,5 µl)
    2. Lalu di vortek hingga larutan tercampur dengan baik
    3. Inkubasi pada incubator suhu 370 C selam 1 jam

    ISOLASI PLASMID DARI E.coli TRANSFORMAN DENGAN METODE ”MINI PREP”

    images38

    TUJUAN

    Tujuan praktikum yaitu untuk mengisolasi DNA plasmid pGem 3 zf dari bakteri E.coli dan menghitung konsentrasi DNA plasmid tersebut dengan menggunakan alat spektrofotometer UV.

    Bakteri E. Coli yang digunakan dalam transformasi gen atau lebih dikenal dengan istilah kloning gen, pada awalnya hanya mempunyai satu macam untaian DNA atau kromosom (kromosom genomik atau kromosom utama). Setelah ditransformasi dengan DNA plasmid rekombinan , maka bakteri tersebut mempunyai dua macam DNA yaitu kromosm genomik dan ekstra kromosom (DNA plasmid) yang mempunyai karakter yang berbeda. Untuk dapat mengisolasi kedua macam DNA tersebut digunakan metode yang berbeda. Dalam praktikum akan diisolasi DNA plasmid dengan mengunakan metode mini prep yaitu metode isolasi plasmid pada skala kecil.

    DNA rekombinan dibuat dengan cara sebagai berikut : Sepotong DNA dari organisme yang diminati, disambungkan ke dalam atau ke suatu plasmida ataupun pemakan bakteri lamda (disebut wahana atau vektor) dan molekul kimerik yang dihasilkan, masing-masing berturut-turut digunakan untuk mentransformasikan atau menginjeksi sel bakteri inang. Bakteri inang biasanya merupakan suatu galur khas E.coli yang tidak mampu memperbanyak diri tanpa kondisi biakan yang khusus.

    Agar sepotong DNA dapat diklonkan untuk penelitian, lebih dahulu DNA itu harus diikat pada suatu wahana kloning atau vektor. Salah satu tipe wahana kloning yang digunakan untuk percobaan ini adalah plasmid. DNA disambungkan pada DNA plasmid dan molekul kimeriknya digunakan untuk mengubah bentuk bakteri inang seperti E. Coli. Kemudian plasmid mengadakan replikasi dalam inang, sewaktu inang tumbuh dan membelah, dan potongan DNA yang diinginkan terklonkan.
    Plasmida adalah unsur genetik di luar kromosom (ekstrakromosoma) yang mengadakan replikasi secara autonom di dalam sel bakteri. DNA-nya berbentuk lingkaran dan beruntai ganda. Dan plasmida itu mendukung gen yang diperlukan baik untuk replikasi plasmida maupun untuk fungsi lain. Umumnya wahana plasmida mempunya densitas apungan berlainan daripada DNA inang dan dengan mudah dapat dimurnikan. Beberapa plasmida memiliki beberapa kemampuan untuk berintegrasi ke dalam kromosom inang, dan plasmida ini disebut episom.
    Setelah ditransformasi dengan DNA plasmid rekombinan, maka bakteri tersebut mempunyai dua macam DNA yaitu kromosom genomik dan ekstra kromosom (DNA plasmid) yang mempunyai karakter yang berbeda. Untuk dapat mengisolasi kedua macam DNA tersebut digunakan metode yang berbeda. Dalam praktikum akan diisolasi DNA plasmid dengan menggunakan metode mini prep, yaitu metode isolasi plasmid dalam skala kecil.Dalam sel bakteri, plasmida tunggal mampu memperbanyak diri untuk menghasilkan keturunan yang identik. Jika suatu plasmida mengandung gen manusia, maka kemudian gen itu ikut dibuat duplikatnya bersama molekul-molekul lain yang dikandungnya. Mengingat bakteri yang mengandung plasmida juga tumbuh dan membelah diri dengan kecepatan sekali setiap 20 menit, masing-masing sel anakan membawa bersamanya sedikit plasmida, yang kemudian memperbanyak diri lagi. Dengan cara demikian, dari satu bakteri dalam waktu singkat akan menghasilkan berjuta-juta keturunan.

    ALAT DAN BAHAN

    1. Mikropipet
    2. Mikrosentrifugasi berpendingin
    3. Tabung mikrosentrifugasi
    4. Spektrofotometer
    5. Media LB cair
    6. Larutan I yang terdiri dari :
    • 25 mM Tris-HCl pH 8,0
    • 50 mM Glukosa
    • 10 mM EDTA
    7. Larutan enzim lisosim yang dilarutkan dengan larutan (8 mg/mL).
    8. Isopropanol
    9. Larutan II yang terdiri dari :
    • 0,2 N NaOH
    • 1% SDS (Sodium dedocyl sulphate)
    • Larutan II harus dibuat dari larutan stok : 10 N NaOH dan 20% SDS, dan disimpan pada suhu ruang
    10. Larutan III (Larutan potassium asetat dilarutkan dengan 11,5 mL asam asetat glacial, kemudian tambahkan akuades sampai 100 mL. Simpan dalam lemari es.

    CARA KERJA

    1. 1,5 mL kultur bakteri
    2. Sentifuse pada 10.000 rpm, 40C, 5 menit
    3. Buang supernatan, + 1,5 mL kultur bakteri,
    4. sentifuse pada 5000 rpm, 40C, 5 menit
    5. Buang supernatan, suspensi pellet dgn 100 mikroLiter larutan I
    6. vortex
    7. Tambah 25 mikroliter lisozim, inkubasi 37 ‘C, 15 menit
    8. Tambah larutan II 400 mikroLiter, bolak balik, masukkan es 10 menit
    9. Tambah larutan III 300 mikroLiter, bolak balik, masukkan es 10 menit
    10. Sentrifuse 12.000rpm, selama 10 menit
    11. Supernatan 800 mikroLiter dipindah ke eppendorf baru + isopropanolol (480L¬)
    12. Inkubasi -20’C 15 menit
    13. Sentrifuse 12.000 rpm, 15 menit, buang supernatan
    14. Cuci pelet dengan 1 mL 70% etanol, sentrifuse
    15. Buang supernatan, keringkan pelet dengan pompa vakum
    16. Larutkan DNA plasmid dengan 50 mikroLiter buffer TE
    17. Ukur tingkat kemurnian dengan spektrofotometer UV

    Makan calon bayi manusia buat obat kuat, laknat tu orang2!(danger pic)

    bayi1-1
    Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat dari sari/kaldu janin manusia.

    Healthy Soup yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 – 8 bulan. Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan , Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap

    �Healthy Soup�..
    images35

    Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat Healthy Soup ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam. Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan Healthy Soup di kota Fu San – Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk Healthy Soup adalah BAIKUT.
    bayi2-1

    Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah didapat karena mereka tidak tersedia ready stock. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan frozen.

    Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda. Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup, dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kota dimana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan. Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka Healthy Soup dapat didapat dengan waktu dekat.
    bayi1-11

    Cara pembuatan �Healthy Soup�, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut:

    Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.

    Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk Healthy Soup. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur.
    Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing.

    Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!)

    Kali ini, harga per porsi Healthy Soup 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB. Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui.
    Setelah selesai, Healthy Soup disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan.

    Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai kondisi yang sangat terkutuk.

    Catatan:
    Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita untuk apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia waras.
    memilukan hati.

    Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita untuk apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia waras.
    memilukan hati.

    Tips Membangun Bayi Menjadi ANAK SEHAT, KUAT, & CERDAS

    images34
    1.Setelah kelahiran bayi, pisahkanlah dari ibunya.

    2. Bersihkan dengan hati – hati, kemudian letakkan bayi dengan posisi tertelungkup di dada ibu dengan kepala bayi searah kepala ibu. Biarkan bayi melakukan INISIASI, yaitu upaya mencari puting payudara ibu untuk menyusu sendiri dengan ASI yang keluar pertama kali dari payudara ibu.

    3. Ingat, susu yang pertama kali keluar dari payudara ibu merupakan nutrisi makan terbaik untuk bayi yang mengandung AA, DHA, Taurin, Colostrum, dan vitamin lain yang dapat membangun pertumbuhan, kecerdasan dan kekebalan tubuh bayi terhadap serangan berbagai penyakit, dan ini tidak bisa digantikan dengan susu pengganti lainnya.

    4. Lanjutkan menyusui bayi dengan ASI selama minimal 6 (enam) bulan. Perluh diingat, selama periode itu sebaiknya tidak diberikan makanan maupun susu formula pengganti ASI.