200904203037_bila_anda_lebih_kuat

Tao nggak temen – temen kalo posisi wanita dalam rumahtangga biasanya berada di bawah pria, sejalan dengan tingkat penghasilan yang biasanya lebih didominasi suami. Namun saat ini, ada lebih banyak wanita berkesempatan berkarir, dan mendapatkan gaji yang bahkan bisa lebih tinggi dari pasangannya.

Banyak anggapan yang menyatakan bahwa wanita dengan jabatan dan penghasilan tinggi akan membawa masalah dalam urusan rumah tangga. Karena pada dasarnya, budaya kita masih menempatkan posisi pria di atas wanita, dan menabukan bila wanita berada selangkah di depan pria. Nah, bagaimana bila hal ini terjadi pada Anda?

Laki-laki adalah kepala rumah tangga
Berapa pun besar penghasilan Anda, tetaplah hormati suami sebagai kepala rumah tangga. Libatkan ia dalam setiap keputusan yang akan Anda ambil, terutama jika menyangkut masalah keuangan.

Jangan membandingkan
Dalam berumah tangga, masalah pasang surut keuangan dan pertengkaran kecil pasti akan terjadi. Jika Anda mengalaminya, janganlah terbakar emosi, usahakan tetap berpikir jernih dengan kepala dingin dan mengendalikan diri agar tak membanding-bandingkan jumlah penghasilan dengan suami.

Dominasi yang seimbang
Bukan berarti jika ”lebih” dari suami, Anda bisa mendominasi rumah tangga dan keluarga. Bersama-sama ciptakan keseimbangan dimana Anda dan suami memiliki porsi yang seimbang.

Tutup telinga
Tak sedikit rumah tangga yang hancur hanya karena mendengarkan omongan orang. Bukan berarti Anda harus menarik diri dan tak bersosialisasi dengan orang lain, tapi tutuplah telinga rapat-rapat ketika ada pembicaraan-pembicaraan negatif menyangkut rumah tangga Anda.

Pengaturan keuangan
Bagi tugas dengan suami dalam urusan keuangan. Misalnya, siapa yang akan membayar cicilan rumah, rekening listrik, air, telepon, dan lain-lain. Dengan begitu masing-masing pihak memiliki porsi tanggung jawab.

Pintar menempatkan diri
Boleh jadi di luar rumah Anda adalah pemimpin di perusahaan terkemuka atau memiliki teman-teman yang lebih banyak darinya. Tapi begitu kembali ke rumah, Anda tetaplah seorang istri. Intinya adalah pandai menempatkan diri, sebagai seorang pemimpin, sosialis dan istri yang baik.